JAKARTA - Penyanyi Justin Timberlake berupaya mencegah rekaman video saat polisi menangkapnya karena mengemudi dalam keadaan mabuk pada Juni 2024 di daerah Long Island, New York, Amerika Serikat, dirilis menyusul tuntutan media massa untuk merilis rekaman video tersebut.
Menurut warta The Hollywood Reporter pada 3 Maret 2026, bintang pop itu 20 bulan setelah penangkapannya mengajukan permohonan perintah penahanan sementara dan perintah pendahuluan untuk mencegah Kota Sag Harbor merilis rekaman tersebut.
Dengan alasan bahwa merilis rekaman yang belum diedit akan melanggar privasi sang penyanyi, pengacaranya pada Senin meminta kepada hakim agar rilis video tersebut diblokir atau agar pengadilan melakukan peninjauan untuk memastikan materi yang tidak tunduk pada pengungkapan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi New York tidak akan disertakan dalam apa yang akan dirilis.
Rekaman video tersebut dinilai berisi materi yang bersifat pribadi dan dapat diidentifikasi, dan pengacara Timberlake berpendapat materi tersebut tidak relevan dengan "tindakan penegakan hukum apapun yang menjadi perhatian publik" menurut berkas permohonan yang diajukan ke Mahkamah Agung Suffolk County.
Menurut surat yang dikirim oleh pengacara Timberlake ke Kepala Kepolisian Sag Harbor, rekaman video penangkapan berlanjut sampai mendekati delapan jam setelah sang penyanyi ditangkap dan "melanggar area kehidupan dan emosional" Timberlake yang sama sekali tidak berkaitan dengan penangkapan.
Dalam pernyataan yang dikirim ke The Hollywood Reporter, pengacara Sag Harbour Vincent Toomey mengatakan bahwa hakim memilih untuk mengizinkan pihak-pihak yang berkepentingan membahas resolusi potensial mengenai masalah itu dan memberikan kesempatan kepada daerah untuk menanggapi gugatan.
Justin Timberlake ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk pada Juni 2024 saat mengunjungi The Hamptons di Long Island.
Timberlake awalnya mengaku tidak bersalah, tetapi pada September 2024 mengakui bahwa dia mengemudi di bawah pengaruh alkohol pada malam ia dihentikan dan ditangkap tepat setelah tengah malam.
Petugas di tempat kejadian melaporkan bahwa ia menerobos rambu berhenti di pusat desa dan kemudian keluar dari jalurnya, dan ketika keluar dari mobil BMW-nya, ia berbau alkohol. I tar

COMMENTS