JAKARTA - Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) menyampaikan protes dan keberatan terhadap materi iklan luar ruang IM3 Indosat yang ditemukan pada moda transportasi publik yang menampilkan pesan: "Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer."
"Iklan seperti ini bermasalah," ujar Ketua Umum POROZ Bukhori Muslim saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.
POROZ menilai diksi yang digunakan dalam iklan tersebut tidak patut, cenderung provokatif, dan dapat mencederai kepercayaan publik terhadap gerakan zakat nasional yang tengah dibangun oleh lembaga-lembaga zakat.
Menurut Bukhori, menempatkan "ajakan zakat" sebagai sinonim atau indikasi tindakan penipuan (scamming) adalah bentuk stigmatisasi terhadap salah satu rukun Islam yang sangat dihormati.
"Narasi ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat untuk merespons layanan edukasi dan penjemputan zakat yang dilakukan oleh Amil resmi, yang selama ini bekerja sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," kata dia.
Ia menegaskan sebagai perusahaan telekomunikasi besar, Indosat seharusnya menunjukkan tanggung jawab sosial dengan menggunakan contoh edukasi anti-penipuan yang lebih netral tanpa menyudutkan ritual ibadah tertentu.
Sehubungan dengan hal tersebut, POROZ menuntut IM3 Indosat untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan terbuka kepada umat Islam dan seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia melalui media nasional (cetak/digital) dan media sosial resmi perusahaan.
"Segera menginstruksikan pencabutan dan pembersihan seluruh materi iklan tersebut di semua platform, baik di transportasi umum maupun titik reklame lainnya dalam waktu maksimal 2x24 jam," ujar Bukhori.
Di samping itu, POROZ meminta pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan jaminan bahwa di masa mendatang, pihak manajemen akan melakukan supervisi ketat terhadap konten kreatif agar tidak mengandung unsur pelecehan terhadap simbol-simbol agama.
"POROZ berharap pihak IM3 Indosat segera menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini demi menjaga kondusifitas dan rasa saling menghormati di ruang publik," katanya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Indosat belum merespons saat dikonfirmasi. I tar

COMMENTS