JAKARTA - Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Tesla mulai menggulirkan pembaruan perangkat lunak Full Self-Driving (FSD) Supervised versi 14 kepada pengguna di Australia.
Dilaporkan Drive pada Jumat waktu setempat, pembaruan tersebut menghadirkan peningkatan kemampuan sistem bantuan mengemudi semi-otonom yang diklaim lebih cepat dan cerdas merespons situasi lalu lintas dalam berbagai kondisi jalan.
Pembaruan terbaru tersebut diklaim meningkatkan kemampuan kendaraan dalam mendeteksi hambatan di jalan, berpindah jalur, beroperasi dalam cuaca buruk, hingga mengambil keputusan saat menghadapi kondisi lalu lintas yang kompleks.
Meski membawa sejumlah peningkatan, Tesla menegaskan FSD Supervised masih bukan sistem mengemudi otonom penuh.
Pengemudi tetap diwajibkan memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan kapan saja.
FSD V14 saat ini didistribusikan secara bertahap melalui pembaruan perangkat lunak nirkabel (over-the-air) kepada pemilik kendaraan Tesla yang telah membeli paket FSD Supervised dan menggunakan perangkat kamera generasi Hardware 4.
Di Australia, fitur FSD Supervised tersedia melalui skema berlangganan sebesar 149 dolar Australia (Rp1,8 juta) per bulan.
Sebelumnya, Tesla juga menawarkan pembelian permanen dengan harga 10.100 dolar Australia (Rp126 juta) hingga akhir Maret 2026.
Hardware 4 digunakan pada Tesla Model 3 yang diproduksi sejak September 2023 serta Tesla Model Y yang diproduksi sejak Januari 2024.
Karena proses peluncuran dilakukan secara bertahap, tidak seluruh pemilik kendaraan yang memenuhi syarat akan langsung menerima pembaruan tersebut.
Sementara itu, Tesla belum memberikan kepastian kapan pengguna kendaraan lama yang masih menggunakan Hardware 3 dapat mengakses FSD Supervised, baik versi V13 maupun V14.
Diketahui, versi yang mulai tersedia di Australia dan Selandia Baru merupakan FSD V14.3.3, yakni versi terbaru yang telah lebih dulu diluncurkan di Amerika Serikat sekitar dua bulan lalu.
Tesla menyebut V14 menawarkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dibandingkan V13 berkat pelatihan kecerdasan buatan (AI) yang lebih luas serta penyempurnaan arsitektur perangkat lunak.
Dalam catatan pembaruan yang dikirim kepada pelanggan, Tesla mengklaim sistem baru memiliki waktu respons 20 persen lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, sistem disebut memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap situasi langka maupun kondisi dengan visibilitas rendah.
Tesla juga mengurangi kecenderungan kendaraan berpindah jalur secara tidak perlu serta meningkatkan kemampuan sistem dalam memilih dan melakukan manuver parkir.
Pembaruan lainnya mencakup respons yang lebih baik terhadap kendaraan darurat, bus sekolah, pengguna jalan yang melanggar hak prioritas, serta berbagai jenis kendaraan yang jarang ditemui.
Sistem juga diklaim lebih mampu mengenali hewan berukuran kecil, objek tidak biasa yang menjorok ke jalur kendaraan, serta mengelola persimpangan kompleks dengan konfigurasi lampu lalu lintas yang lebih rumit.
Tesla turut meningkatkan kemampuan kamera pemantau pengemudi yang berfungsi memastikan pengemudi tetap memperhatikan jalan selama fitur FSD Supervised aktif.
Menurut perusahaan, sistem baru menawarkan pelacakan arah pandangan mata yang lebih akurat, kemampuan mengenali pengguna yang memakai kacamata, serta performa yang lebih baik dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Peningkatan juga dilakukan pada kemampuan sistem saat menghadapi cuaca buruk yang dapat mengurangi visibilitas kamera kendaraan.
Tesla telah melakukan pengujian FSD Supervised V14 di jalan raya Australia selama beberapa bulan terakhir.
Dua pekan lalu perusahaan menyatakan perangkat lunak tersebut telah memasuki tahap akhir pengembangan lokal.
Versi V14 juga menjadi dasar bagi pengembangan Full Self-Driving tanpa pengawasan (unsupervised) yang saat ini sedang diuji pada armada taksi otonom berbasis Tesla Model Y di sejumlah kota di Amerika Serikat, baik dengan maupun tanpa pengemudi penguji di belakang kemudi. I tar

COMMENTS