BENINGNEWS - Para Mahasiswa Filsafat dan Agama Universitas Paramadina (Paramasophia) menyelenggarakan Pembacaan Puisi (Poetry Reading) dan Apresiasi Sastra Budaya untuk pertama kali dalam memperingati 81 tahun HUT Kemerdekaan RI, di di kampus Paramadina, Cipayung, Jl. Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur Sabtu, 22 Agustus, pukul 13.00-15.00 WIB. Dimulai dari kelompok kecil ini, Paramasophia bergerak lanjut ke depannya.
Dibuka oleh aktivis mahasiswa Falsafah seperti Indri , Hasbi, Bram Bramantyo, maka para seniman/ sastrawan/eseis/jurnalis alumni UI, UGM, UNPAD dan Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta antara lain Arief Joko Wicaksono TR, Herdi Sahrasad , Sofyan RH Zaid , Budi Setyawan, Djadjat Sudradjat, Inna Kamari dan komunitas seni budaya Jabotaebk berpartisipasi dalam forum budaya ini.
Dalam hal ini, para partisipan menyadari bahwa bangsa Indonesia memperingati HUT kemerdekaannya yang ke-81 dengan keprihatinan atas maraknya korupsi-lousi-neoptisme/KKN, ketidakadilan sosial, kerusakan ekologis dan bencana alam dimana-mana, kerusakan sosial dan meluasnya hedonisme di Tanah Air kita.
Peringatan dengan Poetry Reading tersebut tidak lepas dari refleksi atas sejarah, kesusastraan, dan kebudayaan bangsa: Apa makna "Indonesia" yang perlu kita tawarkan pada abad ini? Apakah sama dengan yang telah lampau atau ia mengandung hal-hal baru? Bagaimana sastra dan budaya berdialog mengenai bangsa dan negara?
‘’ HIMA Paramasophia menyadari situasi kondisi ini dengan kecemasan dan keprihatinan, serta mendukung gerakan mahasiswa UI dan BEM-BEM di Indonesia untuk mengkritisi/memprotes keadaan yang terus memburuk itu,’’kata Indri, Hasbi dan Bram.
Bisakah sastra dan seni menginspirasi dan memotivasi semangat kreatifitas dan keberanian mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan kontrol pada negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) yang dekaden/melemah oleh KKN, hedonisme dan kerusakan akhlak?
Kita ingat bahwa ‘’Bila politik kotor, birokrasi dan bahasa menjadi kotor maka puisi akan membersihkannya,’’ demikian kata John F Kennedy, mantan Presiden AS.
Mari renungan dan tanggapanmu atas makna dan hakikat kebangsaan yang kamu yakinkan. Perjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan tanpa diskriminasi demi menciptakan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, demikian para mahasiswa berkata



COMMENTS