JAKARTA- Sedikitnya 65 persen menteri-menteri Kabinet Prabowo Subianto musti dicopot kalau Prabowo ingin melakukan perombakan kabinet yang substansial, sebab mereka tidak kompeten dan tak punya integritas. Akibatnya, Prabowo jadi cemooh dan olok-olok publik sebab para menterinya itu ABS ( asal bapak senang) meski menyaksikan buruknya pelaksanaan MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih yang jelas bermasalah, dan berbagai kelemahan lainnya.
Demikian pandangan Direktur Riset Freedom Foundation Darmawan Sinayangsah yang juga mantan aktivis Senat Mahasiswa Fisip UI. ''Saya pendukung Presiden Prabowo, sebagai warganegara saya kecewa para menterinya tak kompeten sehingga Kabinet Prabowo itu defisit teknokrat, namun lebih banyak politisi medioker. Hal itu membuat mahasiswa dan BEM-BEM terus mendemo pemerintah di mana-mana,'' katanya
Menurut alumnus Fisip UI dan aktivis NGO itu, Presiden Prabowo Subianto memiliki hak prerogatif untuk melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih berdasarkan evaluasi kinerja dan dinamika politik yang berkembang.
‘’ Perombakan Kabinet adalah Hak Prerogatif Presiden serta Penilaian, pergeseran, atau penggantian menteri sepenuhnya merupakan kewenangan mutlak Presiden,’’katanya.
Pemerintahan Prabowo-Gibran beberapa kali melakukan evaluasi dan perombakan susunan menteri, termasuk pergantian posisi strategis seperti Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara pada Senin, 14 September 2026. Reshuffle kemarin dilakukan Prabowo pada Senin (14/9/2026). Dalam perombakan kali ini, Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara.
Menurut Darmawan, bukan hanya Purbaya yang layak diganti, namun 65 persen menteri-menteri/ wakil menteri dan kepala badan/wakil kepala badan sangat layak diganti. ‘’Mereka tidak kompeten dan buruknya kinerja mereka membuat Kabinet Prabowo sungguh Kabinet Politik yang jelek dan nyata bukan Zaken Kabinet (Kabinet Ahli) ,’’ tuturnya.

COMMENTS